Artikel:
Pengembangan Tradisi Nusantara Dalam Menggali Budaya Leluhur Dari Nenek Moyang Kita Dulu


Judul: Pengembangan Tradisi Nusantara Dalam Menggali Budaya Leluhur Dari Nenek Moyang Kita Dulu
Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum bagian PENELITIAN / RESEARCH.
Nama & E-mail (Penulis): Bhinuko Warih Danardono
Saya Mahasiswa di Fakultas Psikologi UST Jogjakarta
Topik: Penggalian Tradisi Nenek Moyang Kita
Tanggal: 1 Agustus 2007

Penulis : Bhinuko Warih Danardono
Mahasiswa Fakultas Psikologi UST Jogjakarta

Seperti kita tahu bahwa tradisi dari cikal bakal yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita memang sangat kental sekali dengan budaya. Budaya dalam konteknya merupakan bagaimana nenek moyang kita berjuang dan akhirnya mewariskan budayanya untuk siapa ya untuk kita kita ini.Gambaran dari warisan nenek moyang kita dulu bisa kita lihat ada tradisi Jawa, ada tradisi Sumatra, ada tradisi Kalimantan, ada tradisi Sulawesi dan lain sebagainya.Untuk itu galilah tadisinya yang dari turun temurun telah dibuat dan dipergunakan sejak jaman kerajaan dulu. Fenomena yang terjadi pada saat sekarang ini adalah kenapa kita terlalu westernisasi terhadap budaya dari barat sehingga menjadi kebarat-baratan. Dari pola tingkah lakunya, bahasa sehari hari sampai menjurus ke pornografi. Menurut Prof, Damarjati Supadjar bawa kita sekarang ini sudah lali nglaleake dan kanutup yaitu lupa melupakan dan akhirnya menutup.

Kita sebagai warga negara Indonesia mana warisan leluhur kita, terus mana kekayaan tradisi kita.Untuk itu kita tiru negara Jepang,negara cina, dan negara bangkok. Negara-negara ini memang didalam kehidupannya sangat kental sekali dengan budaya. Sekarang yang menjadi pertanyaannya kita adalah kita ini sudah merdeka atau belum dan kita ini sudah makmur atau belum, penjelasan ini memang terkait adanya negara kita yang merajalela seperti contoh banyak pemerkosaan, pembunuhan, korupsi dimana-mana, teroris dimana mana dari sini mana letak dari ketegasan pemerintah yang sekarang ini dipimpin oleh bapak presiden kita yaitu Bapak Susilo Bambang Yudoyono. hampir setiap kota telah terjadi banyak masalah masalah yaitu tentunya menuju pada perpecahan.Simbol dari negara kita ada yang terletak pada Burung Garuda Pancasila yang artinya dedeg, jejeg, bededeg artinya burung garuda yang sekali kuat kokoh dan hebat dan tidak bisa diganggu oleh orang lain alias punya pendirian pribadi.Seperti sekarang ini kenapa kita tidak meniru burung garuda yang mempunyai pendirian.

Didalam burung garuda ada 5 dasar sila yang mengapit pada burung garuda yaitu dalam dasar sila panca yang artinya memberikan kekuatan, kesejahteraan keadilan, kemakmuran dan terakhir kedamaian. Perlu kita tahu sebenarnya ini dalam membuat Indonesia menjadi bersatu itu hanya dengan satu tujuan yaitu berbeda beda menjadi tetap satu tidak ada perbedaan persukuan ataupun unsur daerah sehingga dari Sabang sampai Merauke disatukan menjadi satu nusa satu bahasa dan satu bangsa menjadi Bangsa Indonesia. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai para pejuang dari jaman tokoh wayang berada sampai jaman majapahit runtuh. Persoalan persoalan bangsa kita yang selalu bermasalah ini bisa kita atasi hanya dengan satu makna yang terdapat didalam burung garuda pancasila yaitu hening, wening, bening yang artinya bersih bening bener.

Saya Bhinuko Warih Danardono setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Pendidikan-DasarSekolah-MenengahPerguruan-TinggiCari-PekerjaanTeknologi&PendidikanPengembangan-Sekolah


Print Halaman Ini