Artikel:
Strategi Mengajar Pend Jasmani


Judul: Strategi Mengajar Pend Jasmani
Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum bagian KURIKULUM / CURRICULUM.
Nama & E-mail (Penulis): sulistiyono, S.Pd
Saya Guru di SD AL AZHAR 14
Topik: Kurukulum Pendidikan jasmani
Tanggal: 15- 11-2005


PERENCANAAN KURIKULUM

Pengembangan Pendidikan Jasmani yang tepat berdasarkan tiga prinsip :
1. Pengembangan ketrampilan gerak yang sesuai usia
2. Pengembangan ketrampilan gerak untuk ank-anak.
3. Variasi pengembangan gerak

MODEL KURIKULUM

Guru di Amerika biasanya memiliki kebebasan yang luas untuk mengembangkan kurikulum Pendidikan jasmani, meliputi penentuan tujuan dan sasaran, memilih dan menyesuiakan isi, memutuskan bagaimana penyampaian bagaimana siswa belajar. Setiap situasi mengajar menjadi unik, Di tiap sekolah, setiap guru tidak mungkin hanya memakai satu kurikulum. Berikut beberapa model dasar kurikulum yang dikembangakan untuk membantu siswa belajar Pendidikan Jasmani : tradisional, pendekatan gerak, Pendiidikan Kesegaran jasmani, Pendiidikan olahraga, Pendidikan petualangan dan alam terbuka, dan kurikulum pengembangan.

Guru membutuhkan pengetahuan kurikulum dengan beberapa alasan :
Program berdasarkan prinsip pengembangan yang tepat.
Siswa menegetahui dan meniru bagaimana gaya hidup yang sehat aktif.
Program sesuai dengan tujuan dan sasaran.

Tradisional

Partisipasi adalah kunci dari kurikulum model ini
Aktivitas fisik yang dilakukan sangat luas
Sasaran utama memberikan pengalaman gerak yang luas dan bervariasi meliputi olahraga team, olahraga individu, petualangan dan pengetahuan luar, permainan rekreasi, aktivitas drama, kesegaran, dan kegiatan di air.
Karena luasnya materi maka waktu yang digunakan tiap materi sangat pendek.

Pendekatan gerak,
Pendekatan tematik
Pusat perhatian terhadap belajar gerak dan bagaimana membantu siswa mengembangkan potensi diri dalam aktivitas ritmik dan ketramolan senam.

Pendidikan Kesegaran jasmani
Memperhatikan bagaimana kesegaran jasmani dapat dicapai dengan memfasilitasi dan bagaimana menentukan latihan yang tepat.
Komponen yang terkai dengan ksehatan - kesegaran jasmani : kesegaran Cardiorepiraratory, kekuatan otot dan daya tahan., kelenturan, komposisi tubuh
Guru membimbing bagaimana menjaga kesegaran jasmani dengan memperhatikan frekuensi, intensitas, waktu ( lama latihan), dan kehususan.

Pendidikan olahraga

Mendidik anak melalui keikutsertaannya menjadi anggota team olaraga, mengambil keputusan yang tepat, serta berkompetisi.
Siswa belajar menjadi pemain, wasit, dan pelatih.
Kompetisi dan pencatatan menjadi sangat penting dalam model ini.
Siswa memperoleh nilai -nilai "Fair Pay "

Pendidikan petualangan dan alam terbuka
Aktivitas utama seperti panjat dinding, kano, dan aktivitas lain yang bersifat petualangan di alam bebas.
Siwa memperoleh rasa percaya diri, dan belajar memecahkan masalah yang direncanakan
Aspek perencanaan , manajemen, penggunan komunikasi menjadi sangat penting
Kompetisi internasional atau nasional pada olahraga ekstrim popular pada siswa

Kurikulum pengembangan.
Bentuk kurikulum yang berdasarkan banyak penelitian , bagaimana mengembangkan ketrampilan gerak anak
Keputusan yang diambil menguntungkan anak dalam pengembangan individu.
Pada tingkat bawah memperhatikan dasar ketrampilan gerak dan gerak berpindah, gerak tidak berpindah, memperhatikan obyek, dan keseimbangan.
Pengembangan dari perencanaan berdasar potensi yan ada pada siswa.
Tingakatan ketrampila gerak telah tersusun dari dasar, menengah, tingakat tinggi ( otomatisasi).

Setelah mengetahui beberapa model kurikulum, untuk menetapkan isi atau materi dari kurikulum kita tetapkan dahulu tujuan dan sasaran. Berdasarkan NASPE (1995) siswa yang ikut Pendidikan jasmani di sekolah dasar diharapkan memiliki kemampuaan :
1. Dapat melakukan beberapa daftar ketrampilan gerak di suatu bidang.
2. Dapat menerapkan konsep gerak dan prinsip belajar untuk mengembangkan ketrampilan gerak.
3. Menerapkan gaya hidup "fisik aktif".
4. Menjaga kesehatan pada level kesegaran jasmani.
5. Perubahan perilaku dan kepribadian pada akibat aktivitas fisik.
6. Menyampaikan pengetahuan dan perhatian terhadap perbedaan aktivitas fisik.
7. Mengetahui keuntungan melakukan aktivitas fisik, tantangan, ekspresi diri, dan interaksi sosial.

Dengan pertimbangan di atas maka pengembangan kurikulum tidak jauh dari konsep yang di jelaskan di atas, yaitu mengajarkan kerja sama, ketrampilan social, pengembangan kepribadian. Pengetahuan tentang "Fair Play", kejujuran, taat pada aturan, dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Tujuan kurikulum jelas mengarah pada sisi kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam bab ini kita ( Guru) akan banyak belajar mengenai bagamana kita bekerja merencanakan kurikulum.

KOMPONEN KURIKULUM

Pembahasan mengenai beberapa model kurikulum di atas membawa kami pada pemahaman bahwa kurikulum terdiri dari tiga komponen yaitu :

1. Tujuan
2. Isi/Materi
3. Strategi penyampaian.

Tujuan Kurikulum

Tujuan suatu kurikulum dapat kita bagi lagi menjadi Tujuan Nasional di tingakt negara, tujuan Institusional ditingkat sekolah atau lembaga, tujuan di tingkat unit mata pelajaran, dan tujuan harian. Standart NASPE

( standart nasional pendidikan jasmani ) mengambil langkah pemikiran bahwa siswa adalah pusat perhatian utama dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani. Pembelajaran pada masa yang akan datang setiap hari mengarah pada tiga ranah yaitu : kognitif, afektif, dan psikomotor. Berikut petunjuk bagi guru untuk menyusun kalimat pada tujuan pembelajaran :

1. Tujuan berisi bagian -bagian perilaku yang harus dikuasai oleh siswa dan dapat diamati. Contoh : Ranah psikomotor menggiring, lompat, lempar.

2. Perilaku diatas dapat didefinisikan serta terukur. Contoh : menangkap bola dari jarak 50 m, berbeda dengan : melempar bola dari jarak 10 m, penjelasan ini penting karena terkait dengan tingkat kesulitan.

3. Kriteria kemampuan pada prestasi penampilan gerak harus dapat di jelaskan. Prestasi penampilan gerak dapat bersifat subjektif maupun objektif yang jelas kedua hal ini sama pentingnya. Contoh untuk criteria ini :
Tanpa kehilangan kontrol siswa menggiring bola sejauh 10 m, dan kembali lagi menggunkan tangan yang dominan dan ikuti penjelasan berikut
v Pandangan ke depan
v Lutut sedikit di tekuk
v Siku menutup badan
v Kekuatan pada jari tangan yang digunakan

Guru dapat mempersingkat tujuan seperti diatas dengan kalimat siswa menggiring bola bolak balik jarak 10 m, gunakan tangan dominan, dengan performa (prestasi gerak) yang baik.

Isi atau Materi Kurikulum

Isi kurikulum pendidikan jasmani harus mempertimbangkan beberapa faktor dibawah ini :
Tujuan dan sasaran pendidikan jasmani di sekolah masing-masing.
Kondisi lingkungan serta budaya yang berpengaruh.
Ukuran kelas ( Jumlah siswa)
Kemampuan siswa
Alat peraga dan sarana- prasarana
Perencanaan kelas
Kesukaan, ketidaksukaan, kekuatan ( potensi), kelemahan.

Faktor - faktor diatas memunculkan berbagai pertanyaan kalau kita lihat kenyataan apa yang terjadi di lapangan, apakah dalam mengajar selama ini kita sudah memperhatikan potensi atau kekuatan siswa, berapakali seminggu pendidikan jamani dilakukan, apa alat dan fasilitas yang kita gunakan sudah memberi rasa aman, dan masih banyak pertannyaan lain. Jelasnya pendidkan jasmani idealnya dilakukan lima kali tiap minggu, dengan durasi 30 menit tiap kelas, dengan berbagi perencanaan dalam mengatur alat dan fasilitas yang ada. Dua pertemuan di ajar guru khusus pendidikan jasmani dan 3 pertemuan di ajar guru kelas.

Saya sulistiyono, S.Pd setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Pendidikan-DasarSekolah-MenengahPerguruan-TinggiCari-PekerjaanTeknologi&PendidikanPengembangan-Sekolah



Print Halaman Ini