Artikel:
Kebenaran Versus Kesalahan


Judul: kebenaran versus kesalahan
Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum.
Nama & E-mail (Penulis): m yusriani
Saya Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah MAlang
Topik: filsafat
Tanggal: 7 Oktober 2004

Kebenaran versus Kesalahan (Masihkah Menjadi hal yang perlu diributkan)
M. Yusriani*

Saya dulu heran, kenapa ada saja orang ribut-ribut dengan yang namanya perbedaan pendapat, sampai-sampai demi mempertahankan pendapatnya masing-masing mereka rela untuk saling gontok-gontokkan, bahkan saling bunuh demi membela apa yang menurut mereka benar. Bahkan baik aku sadari ataupun tidak, akupun terkadang juga melakukan hal yang sama, walaupun belum sampai membunuh tentunya (jangan sampai deh).

Itu baru masalah pendapat person melawan person lainnya, belum lagi kalo membaca sejarah ataupun melihat, ataupun mendengar dari media massa yang bertebaran saat ini, baik itu masalah yang berkaitan dengan negara satu melawan negara yang lain, atau satu agama melawan agama yang lain, yang tentunya lebih kompleks lagi permasalahannya. Dimana terkadang aku melihat atas dasar agama, mereka saling serang menyerang atau minimal saling salah menyalahkan, dengan alasan agama yang mereka anut adalah benar, sedangkan agama yang lain adalah salah. Bahkan aku pernah menemukan di sebuah chat room di internet yang jelas-jelas menamai chat roomnya dengan tittle "Islam adalah Agama yang Salah" atau ada juga Kristen adalah Agama yang salah".

Sebenarnya, esensinya apa sih yang mereka ributkan ?, Tanya-ku kala itu pada semua orang yang kebetulan nyambung diajak ngomong dan bisa diajak serius tentunya, dipukul-pukul rata, ternyata intinya cuma masalah kebenaran, yang satu merasa apa yang dia sampaikan benar dan yang lain salah , dan yang lainnya juga begitu (merasa benar dan yang lain adalah salah). Jadi secara singkatnya kebenaran melawan kesalahan.

Jadi mana donk yang benar, kalau anda sempat belajar filsafat, (sorry, bukannya saya sok jadi filusuf), anda semua tentunya akan menemukan bahwa tingkatan kebenaran terdiri dari tiga jenjang, dimana tingkatan pertama dari kebenaran adalah ilmu pengetahuan, dan ditingkatan kedua bertenggerlah filsafat itu sendiri, sedangkan the best from the bestnya kebenaran adalah Agama.

Tapi lagi-lagi saya terherankan dengan kebenaran-kebenaran dari agama itu sendiri, karena dari tiap ajaran agama yang saya coba sempat (walau sekilas) baca, semuanya menyatakan bahwa ajaran merekalah yang paling benar. Lagi-lagi saya dihadapkan pada sebuah tembok yang saya nga tahu ujungnya dimana.

Maka berkontemplasilah saya, larilah saya ke gunung, kepantai, mencoba bermeditasi (walau terkadang kebablasan sampai ketiduran), sembahyang, meramu dan meracik dari apa yang telah saya ketahui. Hingga akhirnya, entah (saya benar-benar lupa) apakah saya dapat dari buku yang saya baca atau hasil dari omong-omong dengan teman atau mungkin memang wangsit dari Tuhan (jangan-jangan malah dari syetan) sungguh,

"saya benar-benar lupa", saya menemukan bahwa sebenarnya tidaklah perlu kita ribut-ribut bahkan saling gontok-gontokkan hanya untuk mencari tahu siapa yang salah, dan siapa yang benar.

Karena sebenarnya (lagi-lagi menurut saya), "Jika dulu, lawan dari kebenaran adalah kesalahan, maka saat ini, lawan dari kebenaran bukanlah lagi kesalahan, melainkan kebenaran melawan kebenaran-kebenaran yang lain, tinggal yang manakah yang paling benar dari semua itu".

Kok bisa ?!. bisa kata saya, ibaratnya kebenaran itu bagaikan emas, tentunya emas yang 20 karat pun tetap kita bilang emas bukan ?. Namun bukankah lebih berharga dan lebih tinggi lagi nilainya dengan emas yang 24 karat.

Ini pendapat saya, apakah ini benar (menurut saya ini mah udah benar) ataukah ada yang lebih benar lagi, tentunya anda punya penafsiran sendiri. So.. dari pada kita ribut-ribut hanya untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, bukankah lebih baik kita mencari siapakah atau apakah yang paling mendekati kebenaran atau hitungan karat kebenarannya lebih tinggi, dan tentunya bagi orang yang kebetulan pendapatnya atau apa yang diyakininya ternyata ada yang lebih benar dari apa yang dia punyai, berbesar hatilah, seperti imbauan pada pada masa-masa kampanye kemaren "Siap Menang Siap Kalah". Dan kalaupun ternyata ada yang lebih benar dari apa yang saya sampaikan disini, sungguh !!! saya ingin tahu.

*penulis adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Saya m yusriani setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Pendidikan-DasarSekolah-MenengahPerguruan-TinggiCari-PekerjaanTeknologi&PendidikanPengembangan-Sekolah



Print Halaman Ini