
|
Bahan ini cocok untuk Semua Sektor Pendidikan. Nama & E-mail (Penulis): Muhammad Iqbal Saya Pengamat Pendidikan di Jakarta Tanggal: 16 Mei 2003 Judul Artikel: Pembatasan Pikiran Sangat Merugikan Perkembangan Pendidikan di Indonesia (Studi kasus Iraq) Topik: Kalau ingin maju bukalah pikiran dan berpikir terbuka. Maaf ya, saya sebagai orang Islam seringkali malu mendengarkan Tokoh Agama berbicara di televisi dan di radio di negara kita mengenai politik internasional. Keahlian mereka di bidang agama, tetapi mengapa mereka sering ditanya mengenai masalah luar negeri? Tanpa bermaksud mengurangi respek kepada mereka, kelihatannya secara umum, mereka tidak begitu mengerti dan tidak punya keahlian khusus mengenai hal-hal luar negeri. Mereka belajar dari mana? Kapan mereka studi politik internasional? Masyarakat Indonesia sudah seharusnya mulai heran mengenai kebenaran informasi diluar masalah keagamaan dari Tokoh Agama (ingat kasus Afghanistan - masyarakatnya ternyata menyambut gembira jatuhnya Taliban). Sebagai contoh yang paling aktual adalah "kasus Iraq" - Apa yang dapat kita petik dari kejadian di Iraq? Masyarakat Iraq selama zaman Saddam Hussein sering dipaksa untuk melakukan peperangan dengan Iran (negara Islam juga), Kuwait (negara Islam), perang dengan suku-suku masyarakat sendiri (seperti terjadi di Indonesia) dan korbannya sudah ribuan orang (orang Islam). Mengapa Tokoh Agama di Indonesia tidak meributkan mengenai ribuan korban (orang Islam) tersebut yang meninggal di tangan Saddam Hussein? Kelihatannya banyak Tokoh Agama Indonesia lebih sibuk dengan tujuan politik tertentu. Mengapa mereka masih mau meributkan hal ini sekarang padahal Iraq baru mempunyai kesempatan untuk menentukan masa depan yang lebih baik? Sekarang banyak pengungsi Iraq sudah mau pulang ke negerinya. Lihat sendiri kemajuan Iraq nanti, Indonesia pasti ketinggalan! (Ref. Dari ttp://www.refugees.org/ - zaman Saddam Hussein) Mengapa Saudia Arabia mendukung USA dalam perang Irak kemarin? Mengapa negara-negara tetangganya yang notabene adalah negara Islam diam saja sewaktu Amerika masuk Iraq? Ini hal-hal penting dan tidak banyak dibahas secara rasional di Indonesia, mengapa? Apakah negara tetangga Islam juga sebenarnya beharap Saddam Hussein dijatukan supaya semua negara lebih aman di Timur Tenggah? Apakah negara-negara tetangganya setuju bahwa masyarakat Iraq akan dapat lebih tenang dan dapat mulai merancang masa depan yang lebih baik tanpa Saddam? Mengapa orang Iraq merangkul dan memeluk tentara Amerika dan ingin menghancurkan monumen Saddam Hussein di Bagdad? Untuk memahami masalah ini dan memperluas perspektif sebaiknya kita melihat sejarah Iraq melalui situs-situs yang ada seperti http://www.zum.de/whkmla/region/arabworld/xiraq.html dan banyak situs yang lain juga. Hal-hal penting terkait dengan kajian dunia pendidikan adalah:
Bila kita ingin tahu mengenai agama kita tentu belajar dari Tokoh Agama. Tetapi, kalau kita ingin mengerti politik internasional kita harus rajin mencari informasi sendiri dari seluruh sumber internasional. Jangan percaya siapapun, carilah informasi sendiri sebanyak-banyaknya, menganalisis semua informasi yang ada (banyak informasi ada di Internet) dan Anda dapat meningkatkan pengetahuan "secara intelektual" dan tidak mudah untuk "dibodohi" lagi. Sekarang di Indonesia banyak sekolah dan siswa sudah mulai menggunakan Internet. Tetapi kita percuma kalau kita hanya dapat akses situs bahasa Indonesia - sangat terbatas perspektifnya dan informasinya! Kita wajib belajar dan memahami bahasa Inggris (bahasa internasional) supaya masa depan kita dan pengertian kita terhadap dunia ini tidak sangat terbatas. Pesan untuk Tokoh Agama Saya Muhammad Iqbal setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright).
|




