Artikel:
Pendidikan


Judul: Pendidikan
Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum bagian SISTEM PENDIDIKAN / EDUCATION SYSTEM.
Nama & E-mail (Penulis): Ratna Nur Hamidah
Saya Mahasiswi di Universitas Negeri Malang
Tanggal: 5 Juni 2007


Menurut hemat saya pendidikan di Indonesia saat ini hanyalah sebagai sebuah fenomena yang sulit untuk dimengerti. Kita dapat melihatnya dari masalah pendidikan khususnya masalah kurikulum, seperti yang kita tahu kurikulum di Indonesia selalu berubah sebelum kita tahu kurikulum yang kita terapkan itu berhasil atau tidak. Misalnya: kurikulum 1994 kita tinggalkan begitu saja dan beralih ke kurikulum 2004/KBK dan juga dari kurikulum 2004/KBK ke KTSP, padahal kita belum tahu hasil yang nyata dari kurikulum sebelumnya. Karena kurikulum baru tidak menjamin lebih baik dari kurikulum lama.

Dengan adanya kurikulum yang selalu berubah-ubah bisa membuat para peserta didik mengalami kesulitan dalam melaksanakan proses belajar, dan juga bagi mereka akan menghadapi Ujian Akhir Nasional. Sehingga pada saat ada kenaikan standar nilai ujian nasional, para siswa sibuk mencari informasi tentang soal ujian nasional, tidak hanya siswa yang sibuk mencari informasi tentang soal ujian nasional tetapi guru juga ikut membantu. Para siswa sebagian besar banyak yang menanyakan atau sekedar meminta dikirimi bocoran soal. Inilah yang sedang terjadi dikalangan siswa, meskipun itu hanya beberapa. Tidak ketinggalan guru juga berusaha membantu mencari berbagai soal yang akan digunakan untuk persiapan atau latihan dalam menghadapi ujian nasional. Disamping juga memanfaatkan buku-buku komersial yang dijual bebas.

Ujian adalah segalanya buat siswa, karena ujian adalah penentu akhir dari selama kita mengikuti pendidikan. Maka segala upaya akan dilakukan, baik secara anggun maupun kasar. Mereka masih ada saja yang mengira bahwa internet adalah untuk melayani hal-hal semacam itu. Tetapi masih ada beberapa siswa yang memberikan komentar atau mengingatkan agar temannya tidak berbuat curang. Namun masih tetap ada para siswa yang memberi petunjuk untuk kata prediksi soal ujian nasional dan juga tentang perihal ujian nasional. Apabila yang mereka cari terkait dengan standar kompetensi lulusan ujian niasional, maka boleh-boleh saja diketahui. Tinggal diperkirakan saja model soalnya bagaimana.

Mungkin ini adalah fenomena yang lazim di saat mendekati masa ujian. Semua baik siswa maupun guru sambil berharap mendapatkan banyak informasi terkait ujian nasional nanti. Ada sesuatu yang jelas sekali bahwa beginilah keadaan pendidikan kita. Nilai dan kelulusan adalah target utama, perolehan ilmu divonis dengan angka.Alternatif lain yaitu peran guru bisa dimaksimalkan untuk hal ini. Lembaga sekolah bisa diberikan kewenangan dalam hal kelulusan. Jerih payah belajar siswa tidak mesti diukur dengan nilai akhir standar nasional sebagai patokan. Ini bukan berarti menghilangkan standar yang telah ada, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Atau bisa juga menggunakan sistem standar nasional atau standar wilayah. Bisa saja siswa tidak lulus berdasar standar nasional tetapi tetap dinyatakan lulus untuk standar wilayah. Ini mungkin akan sedikit bisa meredam gejolak anti ujian nasional.

Saya Ratna Nur Hamidah setuju jika bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah (tidak ada copyright). .

CATATAN:
Artikel-artikel yang muncul di sini akan tetap di pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau kepercayaan Pendidikan Network.

Pendidikan-DasarSekolah-MenengahPerguruan-TinggiCari-PekerjaanTeknologi&PendidikanPengembangan-Sekolah


Print Halaman Ini