Bahan ini cocok untuk Informasi / Pendidikan Umum.
Nama & E-mail (Penulis): Ario Rimbun Laksono
Ardhi
Saya Siswa di Yogyakarta
Tanggal: 14 Mei 2002
Judul Artikel: SIstem Pendidikan Indonesia
Topik: Sistem Pendidikan Indonesia yang Sulit
Maju
Artikel: Saya adalah murid salah satu
SMU negeri di Yogyakarta yang ingin mengatakan,
bahwa sistem pendidikan di Indonesia tidak lebih
dari sebuah penjara bagi siswawnya. Karena siswa
harus mengikuti beberapa pelajaran yang kurang di
inginkan, tetapi sistem adalah sistem yang sulit
untuk diubah. Saya maklumi ini karena sudah
berjalan cukup lama dan sulit sekali untuk diubah. Saya
bukannya mau meniru sekolah di luar negeri,
tetapi mengapa tidak dicoba dulu. Seperti saat ini di
sekolah saya ada kelas akselerasi, SMU 2 tahun.
Ini hanyalah sebuah percobaan, tetapi tetap
berjalan.
Di sekolah saya saat ini sedang mencoba
penyampaian materi pelajaran dengan menggunakan
komputer, walaupun fasilitas disekolah kami kurang
mencukupi, tetapi ada seorang guru yang ingin
menerapkan sistem ini disekolah kami. Walaupun dulu
ditentang oleh banyak guru dan bahkan oleh kepala
sekolah sekalipun, tetapi tidak menyurutkan niatnya,
dan sekarang sudah berjalan cukup lancar.
Penyampaiannya dengan menggunakan Power Point. Para siswa
mendukung sistem ini dan cukup menyenangkan dan
cukup jelas. Beberapa waktu yang lalu sekolah kami
dikunjungi oleh beberapa kepala seklah di
Yogyakarta untuk melihat sistem dengan menggunakan
komputer.
Saya tidak ingin menyalahkan siapa yang salah,
tetapi ini membuat siswa merasa jenuh dan bosan.
Banyak siswa yang bolos sekolah karena malas,
setiap hari isinya sama saja. Dan siswa sekarang
banyak yang tidak "ngajeni" gurunya, dan saya kira
ini dari kesalahan sebuah sistem yang kacau.
Sekolah = penjara = bosan
Saya Ario Rimbun Laksono Ardhi setuju jika
bahan yang dikirim dapat dipasang dan digunakan
di Homepage Pendidikan Network dan saya menjamin
bahwa bahan ini hasil karya saya sendiri dan sah
(tidak ada copyright). .
|
CATATAN: Artikel-artikel
yang muncul di sini akan tetap di
pertanggungjawabkan oleh penulis-penulis artikel masing-masing
dan belum tentu mencerminkan sikap, pendapat atau
kepercayaan Pendidikan Network.
|
|