Peluang Budidaya Timun – Untung Lebih Dari Dua Kali

Ingin mendapat pemasukan besar dan cepat dari agribisnis Tidak ada salahnya memilih timun sebagai komoditas budi daya. Karena, selain mudah, permintaan akan komoditas ini selalu ada sepanjang tahun. Omzet yang ditawarkan terbilang besar. Ono Sudiono (40), petani timun asal Sindang Leret, Karawang, Jawa Barat, mengaku, mampu menghasilkan panen rata-rata sebanyak 50 ton per hektar dari penanaman timun. Dengan hasil panen sebanyak itu, dan harga jual standar timun di tingkat petani sebesar Rp2.000 – Rp3.000 per kg, berarti omzet Ono mencapai Rp150 jutaan. “Harga memang sering naik turun, tapi sekarang (Agustus) harga sedang bagus. Lagi pula siklusnya sangat cepat, hanya dua bulan, itu yang membuat saya tertarik,” ujar Ono.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Untuk biaya produksi, Ono mengaku hanya mengeluarkan modal kurang lebih sebesar Rp40 juta per hektar. Jadi, keuntungan bersih yang bisa ia dapat mencapai Rp100 jutaan per hektar. “Alhamdulillah lebih dari cukup untuk biaya saya hidup keluarga,” ujar Ono yang menggarap 15 hektar penanaman timu n ini. Pengalaman sama juga dirasakan Sutrisna di Kalikotes, Klaten, Jawa Tengah. Ia mampu menghasilkan panen sebanyak 30 – 40 ton per hektar. Alhasil, pendapatan yang diterimanya mencapai Rp80 jutaan. Sedangkan biaya produksinya hanya berkisar Rp30 juta – Rp35 juta per hektar.

Dari hasil usahanya ini, Sutrisna bisa membeli kendaraan pikap sebagai sarana transportasi usahanya, rumah tinggal, dan tanah perkebunan. Mudah Dan Singkat Berdasarkan penuturan Ono dan Sutrisna, bertanam timun terbilang mudah dan sederhana. Ono menuturkan, tahapannya dimulai dengan proses pengolahan tanah. Setelah tanah diolah dan bersih dari gulma, kemudian dibuat gulud dengan ukuran 80 x 300 cm dengan jarak antar gulud 20 cm. Lalu, dibuat lubang tanam menggunakan tugal. Jarak antar lubang tanam adalah 40 cm dengan kedalaman lubang sekitar 7 cm.

Sebelum benih dimasukkan ke dalam lubang tanam, sebaiknya satu hari sebelumnya, benih direndam dulu dengan air hangat sekitar 3 jam, lalu ditiriskan dan letakan pada kain yang lembap, besoknya baru ditanam. Benih yang sudah diberi perlakuan tersebut, selanjutnya dimasukkan ke dalam lubang tanam. Setiap lubang diisi 2 – 3 benih, lalu lubang ditutup. Untuk mendapatkan buah yang baik, jangan lupa dipasangkan ajir atau turus, di setiap lubang tanam. Lalu, ikatkan setiap empat turus pada ujung atasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *