Tumor otak merupakan masalah tumbuhnya sel-sel abnormal di dekat jaringan otak atau sekitarnya. Tumor bisa bersifat jinak dan ganas. Hal ini tergantung pada cepatnya sel tersebut bisa tumbuh. Para penderita tumor dapat mengalami gejala sakit kepala yang memburuk di pagi hari, muntah-muntah, dan linglung.
Jenis Tumor Otak, Penyebab, dan Gejalanya
Penyakit ini berasal dari jaringan di dalam otak itu sendiri atau organ tubuh lain. Kemudian menyebar ke otak. Ada dua jenis tumor pada otak yakni ganas dan jinak.
Pada tumor jinak, sel-sel umumnya tumbuh perlahan sehingga penderita mungkin tidak menyadari gejala ini timbul. Akan tetapi, keluhan tumor jinak ini bisa memburuk seiring berjalannya waktu. Sedangkan tumor ganas bisa tumbuh sangat cepat. Pada kondisi ini, gejala muncul mendadak dan memburuk dalam beberapa hari kemudian.
Penyebab Tumor
Tumor otak kerap muncul ketika sel-sel di otak mengalami perubahan atau mutasi. Mutasi ini berdampak sel tumbuh tidak terkendali hingga merusak sel sehat. Hingga kini penyebab perubahan sel-sel ini masih dalam tahap penelitian. Namun, ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko tumor mematikan ini, antara lain:
- Orang dengan usia lanjut dan anak-anak
- Telah terpapar radiasi, misalnya akibat radioterapi, atau bahan kimia tertentu
- Menderita penyakit gen, seperti sindrom Gorlin, Turner, sVon Hippel-Lindau, Li-Fraumani, tuberous sclerosis, dan neurofibromatosis tipe 1 dan tipe 2
- Terakhir, mempunyai riwayat keluarga menderita tumor tersebut.
Gejala Tumor
Gejala tumor otak sendiri sangat banyak. Hal ini tergantung pada ukuran, tingkat perkembangan, dan juga area lokasinya. Tumor yang berukuran kecil kerap kali tidak ada keluhan. Sebaliknya, tumor yang besar dan mempengaruhi kerja bagian tertentu di otak dapat menyebabkan banyak gejala.
Berikut ini adalah gejala umum yang bisa timbul pada penderitanya.
- Sakit kepala yang semakin hari makin parah.
- Kesulitan untuk berjalan dan mengendalikan berbagai gerakan.
- Sulit untuk berbicara atau memahami ucapan orang lain.
- Perubahan perilaku dan kepribadian, seperti mudah lupa atau tidak tertarik pada aktivitas yang kerap dilakukan.
- Mengalami gangguan penglihatan, seperti ganda atau gerakan mata tidak normal
- Kemampuan mendengar semakin menurun atau telinga berdenging.
- Mati rasa atau mengalami kesemutan pada area wajah.
- Tubuh semakin melemah atau lumpuh pada salah satu sisi
- Mengalami mual, muntah, hingga kesulitan untuk menelan
- Linglung atau mengalami disorientasi
- Hilang ingatan atau amnesia
- Mengalami kejang.
Kapan Seseorang Harus Menemui Dokter?
Di sisi lain, seseorang harus melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Khususnya jika terdapat kondisi yang bisa meningkatkan risiko terkena tumor tersebut. Gejala tumor ini sering kali tidak banyak orang menyadari. Alasannya karena tumbuh secara perlahan.
Akan tetapi, tumor ini umumnya menimbulkan sakit kepala dengan ciri berikut.
- Memburuk di pagi atau malam hari hingga penderita terbangun dari tidur.
- Semakin bertambah parah ketika batuk atau mengejan.
- Mengalami tegang dan sakit kepala sebelah atau migrain.
- Terkadang disertai nyeri leher, sakit mata, hingga nyeri pada sinus.
Apabila gejala tumor otak di atas terjadi terus-menerus terjadi, maka segera konsultasi ke dokter. Tujuan utamanya untuk memperoleh respons cepat. Seseorang bisa berkonsultasi secara online maupun langsung datang ke rumah sakit. Melalui konsultasi, dokter nantinya akan membantu mencari penyebab keluhan yang muncul. Selanjutnya dapat memberikan obat dan memberi rujukan ke rumah sakit jika diperlukan untuk pemeriksaan lanjutan.
